Kategori

Nusantara     Jakarta    

Senin, 23 Agustus 2021, 13:50 WIB

Baliho 'Ayam Pelung' Bukan Capres 2024 Dicopot, Arief Poyuono: Tetap Jokowi 3 Periode

DEDI ROHMAN Penulis
Dedi Rohman
Baliho 'Ayam Pelung' Bukan Capres 2024 Dicopot, Arief Poyuono: Tetap Jokowi 3 Periode

Baliho Arief Poyuono Bukan Capres 2024 Saat diturunkan Satpol PP Depok Kamis (19/8) (foto:istimewa)

JAKARTA - Politisi Partai Gerindra Arief Poyuono angkat bicara soal balihonya yang viral karena diturunkan paksa oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, pekan lalu. 

Dirinya mengaku tidak tahu menahu soal pemasangan sampai penurunan balihonya tersebut.

"Wah saya juga gak tahu siapa dan mengapa saya dipasang di baliho seperti itu.  Saya dapat laporan, bukan hanya di Depok tapi juga tersebar di Sumatra, Jakarta, Garut, Tasikmalaya, hingga Jawa Tengah," jelasnya kepada monologis.id, Senin (23/08)

Arief Poyuono tidak keberatan masyarakat memasang foto di baliho semacam itu karena menurutnya tidak mungkin melarangnya.

"Itu kan masyarakat, saya gak tahu. Bahkan banyak yang nanya apakah saya mau nyapres. Saya bilang gak lah. Saya hanya rakyat biasa. Saya tetep dukung Pak Jokowi tiga periode," ujarnya.

Namun ia juga tidak bisa menduga-duga maksud masyarakat yang memasang balihonya seperti itu.

"Mungkin itu cara orang menyampaikan pendapat. Semacam kebebasan berekspresi gitu. Walau caranya aneh-aneh," ujar dia.

Arief mengatakan tidak mempermasalahkan pencopotan tersebut, karena baliho itu terpasang bukan atas kemauannya.

“Aku sih biarin aja, nggak ada masalah, nggak merasa dilecehkan, wong saya juga nggak tahu siapa yang masang,” kata Arief.

Menurut Arief, dirinya justru kaget dengan tersebarnya baliho foto dirinya yang sedang melakukan aktivitas kesehariannya merawat ayam pelung.

“Nggak tau juga aku, awalnya kan gini aku posting di twitter videoku nggak pakai baju lagi memperlihatkan ayam pelung ku, tiba-tiba kok fotoku jadi baliho di mana-mana,” kata Arief.

Namun begitu, mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini mempersilakan masyarakat untuk memasang fotonya bertelanjang dada sambil gendong ayam jika mereka senang dengan foto tersebut.

“Aku sih biarin aja, kalau rakyat senang dengan gambar ku, masak aku larang. Mungkin juga untuk ngeledek baliho-baliho lain kali,” kata Arief.

Sebelumnya, baliho Arief Poyuono di kawasan Situ Lio, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok diturunkan paksa oleh Satpol PP Kota Depok pada Kamis, 19 Agustus 2021.

Alasan penurunan baliho Arief Poyuono tersebut, karena adanya laporan warga masyarakat yang merasa terganggu dengan gambarnya yang dianggap tidak etis.

 

 

Berita Lainnya

Sosok Buya Syafii Maarif di Mata Presiden Jokowi
Kamis, 26 Mei 2022, 02:04 WIB

Hidup Sebatang Kara, Warga Pandeglang Idap Penyakit Perut Membesar

PANDEGLANG – Sudah hampir dua bulan Sarman (28) menderita penyakit perut membesar atau Ascites Masiiv es Fatty Liver Avoholic.

Rabu, 25 Mei 2022, 22:51 WIB

Pj Bupati Bekasi Hadiri Paripurna Penetapan Keputusan DPRD Terhadap LKPj

BEKASI - Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan menghadiri rapat paripurna dalam rangka penetapan keputusan DPRD terhadap Laporan Keterangan

Rabu, 25 Mei 2022, 21:54 WIB

Plh Kakanwil Kemenkumham Banten Sidak Bapas Serang

SERANG - Plh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Banten, Masjuno melakukan inspeksi mendadak

Rabu, 25 Mei 2022, 21:52 WIB

Optimalisasi Timpora Dalam Pengawasan Orang Asing di Banten

SERANG – Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Banten menggelar Coporate University