1.308 Warga SBB Langgar Protokol Kesehatan
Foto: M Fitrah Suneeth/monologis.id

SERAM BAGIAN BARAT - Operasi yustisi yang dilaksanakan oleh tim gabungan TNI, Polri dan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, sejak Oktober hingga 18 November 2020 berhasil menjaring ribuan warga pelanggar protokol kesehatan.

Kepala Satuan Pamon Praja (Satpol PP) Seram Bagian Barat, Donald De Fretes kepada monologis.id mengungkapkan,  sebanyak 1.308 warga SBB yang melanggar protokol kesehatan, dari ribuan yang terjaring diberi sanksi sosial berupa bersihkan sampah.

"Untuk Oktober ada 789 orang, November 519 orang. Sanksi sosial sebanyak 1,308 orang dan 4 orang sanksi administrasi berupa uang tunai senilai Rp100 ribu per orang," ungkap De Fretes, Kamis (19/11).

Disampaikannya, dari ribuan warga yang terjaring saat operasi yustisi karena tidak menggunakan masker saat keluar rumah untuk melakukan aktivitas. Baik pejalan kaki, kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Dengan ribuan warga yang terjaring, ini sangat jelas kurangnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan,dan tim gabungan terus lakukan operasi yustisi dan menekan angka pelanggaran protokol kesehatan." jelas De Fretes.

Selain diberi sanksi, para pelanggar juga kita berikan pembinaan 3M,memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, hal itu dilakukan agar masyarakat terhindar dari penularan COVID-19.

"Kita terus berikan edukasi kepada warga, dan mengajak untuk bersama - sama memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19 di Kabupaten Seram Bagian Barat yang tercinta ini," pungkasnya.