Perhatian Kepulauan Tanimbar ke Mahasiswa Patut Dicontoh
Foto: Ilustrasi

Oleh: Daniel Rahakbauw *)

PEMERINTAH Kabupaten Maluku Tenggara fagar besar. Menjadi Kabupaten tertua di Provinsi Maluku bukan menjadi panutan malah harus berkaca dari Kabupaten lain yang baru dimekarkan.

Dalam memajukan suatu daerah sudah tentu Sumber Daya Manusia (SDM) juga harus diutamakan. Salah satu aset yang dapat memajukan suatu daerah adalah mahasiswa dengan bekal pengetahuan yang dimiliki mahasiswa mampu memanusiakan manusia. Bagaimana ketika mahasiswa tidak diperhatikan oleh daerahnya sendiri alias dilantarkan dengan janji-janji manis para pimpinan birokrat Maluku Tenggara.

Berbanding terbalik dengan kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Kepulaun Tenimbar pemerintah daerahnya lebih mengedepankan dan memperhartikan aset yang mereka miliki yaitu perkembangan mahasiswa dan ilmu yang dimiliki oleh mahasiswa itu sendiri yang dalam beberapa bulan lalu tepatnya 18 juni 2020 Mahasiswa asal Kabupaten Kepulauan Tanimbar diberikan bantuan berupa pengadaan asrama sebagai tempat tinggal mereka.

Secara ekonomis hal ini akan memudahkan mahasiswanya. Ditambah lagi dengan biaya tugas akhir (skripsi) yang mana diberikan kepada seluruh mahasiswanya Rp5.000.000/orang. Dana tersebut diajukan dengan proposal permohonan bantuan dana pendidikan untuk penyelesaian studi akhir dan mengunakan persyaratan-persyaratan tertentu.

Sebaiknya kabupaten lain harus mencontohi Kabupaten Kepulauan Tanimbar tersebut disebabkan karena mahasiswa yang keluar daerah untuk menempu jenjang perkuliaan mereka datang dari latar belakang yang berbeda-besa. Ada yang datang dari keluarga kurang mampu, ada yang tidak memiliki keluarga sehinga biayai perkulianya sendiri, ada yang sama sekali tidak memiliki harapan sehingga mereka berhenti kulia disebabkan faktor finansial (keuangan). Untuk itu mahasiswa yang merupakan tonggak utama harapan suatu daerah harus di perhatikan.

Miris lagi bahwa Kabupaten yang harus dicontohi itu adalah kabupaten yang merupakan bagian dari Kabupaten Maluku Tenggara melalui peraturan pemerintah no 35 tahun 1952 kemudian dikukuhkan secara nasional pada tahun 1958 dengan UU No 60 Tahun 1958.

Dan seperti yang kita ketahui bersama bahwa kabupaten Kepulaun Tanimbar baru dimekarkan sesuai UU No 46 tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT). Sebelumnya kabupaten ini bernama Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB). Perubahan nama menjadi Kabupaten Kepulauan Tanimbar disahkan pada tanggal 28 Januari 2019.

Kenapa terjadi sebaliknya bukan yang sudah lama menjadi contoh malah yang baru menjadi panutan.

Saran dari saya sebaiknya untuk semua kabupaten yang ada di Provinsi Maluku harus mencontohi apa yang telah dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Mereka lebih mengedepankan SDM dengan jalan memberikan bantuan dan sentuhan kasih kepada mahasiswanya. Karena yang mereka pikirkan bahwa mahasiswa merupakan aset berharga yang dimiliki oleh kabupaten mereka, kemudian akan memajukan daerah mereka.

Maluku Tenggara Kapan?

*) Mahasiswa Universitas Pattimura Ambon