Meningkat Angka Pengangguran di Aceh Singkil
Subhan Tomi (Foto: Istimewa)

Oleh: Subhan Tomi*

ACEH Singkil tercatat sebagai salah satu  penyumbang terbesar berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) yang dilakukan pada bulan Agustus, tercatat masuk 3 besar di provinsi Aceh tingkat pengangguran dengan 8.36 persen serta mengalami kenaikan pada tahun sebelumnya yaitu sebesar 6,97 persen, dengan pembaginya adalah angkatan kerja yakni penduduk yang masuk dalam usianya 15-60 tahun.

Persoalan pengangguran tersebut harus lah segera ditangani dengan serius terlebih pada saat pendemi Covid-19 yang melanda, membuat banyaknya kegiatan atau aktifitas masyarakat menjadi terhambat, walaupun  pemerintah telah membuat program kartu prakerja yang merupakan implementasi dari sikap konstitusional dari pemerintah untuk menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat, memberikan bantuan sosial ke masyarakat tetapi belum memecahkan permasalahan sosial tersebut.

Sangat penting dicermati bahwa pengangguran adalah penyakit kronis yang bisa menularkan beragam penyakit sosial lainnya, seperti gangguan kejiwaan, kriminalitas, dengan bertambahnya jumlah pengangguran ini akan membuka potensi munculnya angka kemiskinan baru, yang berakibat pada  tingginya tingkat gugatan perceraian di  Aceh Singkil karena permasalahan ekonomi dalam keluarga di tengah pandemi.

Secara umum ada beberapa penyebab terjadinya pengganguran, yaitu  tidak imbangnya pertumbuhan angkatan kerja dengan kesempatan kerja,  terbatasnya kesempatan kerja yang dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi dan kondisi pandemi covid-19, masih rendahnya kualitas angkatan kerja, kesenjangan persediaan tenaga kerja dengan kebutuhan akan tenaga kerja yang tidak sesuai dan  motivasi dan jiwa dan kemampuan kewirausaan dapat kita peroleh dari berbagai pelatihan-pelatihan yang harusnya menjadi prioritas atau dengan berinteraksi langsung kepada pelaku wirausaha. Dengan demikian  kita bisa terjun dalam dunia usaha kreatif yang sangat luas untuk menciptakan lapangan kerja baru.

Potensi Aceh Singkil

Aceh Singkil memiliki SDA yang apabila dikelola dengan baik dapat menjawab persoalan pengangguran dan kemiskinan seperti banyak nya perusahaan perkebunan kelapa sawit yang memang menjadi aset utama didalam menggerakkan ekonomi masyarakat tercatat Aceh singkil merupakan terluas ke tiga di Aceh, akan tetapi belum mampu mengentaskan permasalahan pengangguran dan kemiskinan, lalu tidak banyak nya masyarakat yang meminati kewirausahaan yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapat ekonomi, minimnya pelatihan kerja dan keterampilan menambah deretan panjang permasalahan di Aceh Singkil.

Aceh singkil memiliki bermacam SDA yang kaya dengan seperti potensi wisata setidaknya singkil memiliki tiga lokasi suaka alam yang potensial menjadi obyek wisata alam, yakni Suaka Margasatwa Rawa Singkil, Taman Wisata Alam Laut Pulau Banyak, dan Taman Wisata Alam Pulau Banyak. Menjadi ironis ketika penundaan penanganan MOU UEA beberapa waktu yang lalu setidaknya menjadi pengelaman yang baik didalam mempersiapkan segala sesuatu nya, potensi  perikanan yang begitu menjanjikan karena sebagian besar masyarakat Singkil menggantung kan hidup dari profesi nelayan yang harus dikembangkan ada tiga, yaitu perikanan tangkap, budidaya perikanan laut, dan budidaya tangkap vaname ke semunya harus di tunjang dengan SDM dan teknologi yang mumpuni.

Banyak cara dan upaya dalam mengatasi pengangguran dapat dilakukan dengan cara menciptakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi masyarakat, mengadakan proyek magang bagi calon tenaga kerja, meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja dengan memenuhi hak-hak pekerja, Pengembangan sektor informal seperti pedagang kaki lima, sopir angkot, dan tukang becak, nelayan, petani, meningkatkan investasi akan mendorong terciptanya lapangan kerja baru yang akan membantu mengurangi pengangguran, pengadaan pusat pelatihan kerja  akan membantu menyiapkan pencari kerja agar lebih berkompetensi didalam bidang nya, membekali keterampilan bagi tenaga kerja akan sangat bermanfaat bagi pengangguran. Dengan adanya keterampilan, pengangguran bisa membuka usaha sendiri selama belum mendapat pekerjaan, meningkatkan mutu pendidikan. Dengan pendidikan yang semakin berkualitas, maka kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan pun semakin luas, mengadakan bursa pasar kerja akan sangat membantu pencari kerja untuk mendapatkan informasi mengenai lowongan pekerjaan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi jika pemerintah terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi, maka kesempatan bekerja bagi pencari kerja pun akan lebih banyak karena lowongan pekerjaan yang tercipta juga semakin banyak.

Hendaknya para stakeholder, pengusaha, perusahaan beserta pemuda dan masyarakat secara bersama mengimplementasikan program yang inovatif dan berkesinambungan didalam mengentaskan permasalahan pengangguran ini, karena dengan cara demikian permasalahan pengangguran akan segera terselesaikan sehingga tercipta lah masyarakat yang produktif dan jauh dari kemiskinan.

 

*Pengamat Sosial Kemasyarakatan