Rabu, 30 November 2022

20:28

Was-was Tanggul Jebol, Warga Cabangbungin Gelar 'Babaritan'

Sample image

Penulis

DIAN SURAHMAN

Was-was Tanggul Jebol, Warga Cabangbungin Gelar 'Babaritan'

Foto: Dian Surahman/monologis.id

BEKASI - Musim penghujan membuat warga Kampung Tapak Serang, Desa Lenggahjaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi khawatir sewaktu-waktu tanggul Citarum jebol.

Berharap musibah tersebut tak terjadi, warga menggelar babaritan atau doa bersama.

Samanhudi, penggerak doa bersama  mengungkapkan, doa bersama yang dilakukan warga atau babaritan ini sebagai upaya memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar tidak terjadi musibah pada tanggul Citarum yang sudah kritis hingga rawan jebol di musim penghujan saat ini.

"Aabaritan ini dilakukan upaya memohon kepada Allah SWT agar selamat dari segala musibah khususnya tanggul Citarum yang kritis tidak jebol dan segera dibangun permanen," ucap Samanhudi disela acara yang dilakukan di pesisir sungai Citarum, Rabu (30/11/22).

Sementara, Kades Lenggahjaya Sadih M Farhan menerangkan, Pemerintah Kabupaten Bekasi bakal membebaskan lahan yang berdekatan dengan tepi tanggul Citarum. Hal itu dilakukan agar ada perbaikan permanen tanggul Citarum yang kritis.

 

Kata dia, perbaikan tanggul kritis ini merupakan wewenang dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum. Namun, Pemerintah Daerah sudah melakukan langkah-langkah darurat, meski begitu warga sekitar mengharapkan ada perbaikan tanggul secara permanen.

"Saya berharap Pemkab Bekasi agar segera membebaskan lahan yang sudah direncanakan secepatnya, supaya tanggul cepat diperbaiki BBWS secara permanen," ungkap Sadih.

Dikutip dari laman bekasikab.go.id, pada 18 Januari 2022 lalu, Kepala Bidang Operasional BBWS Citarum Joko Ahmad Salim mengatakan, pada tahun 2021 pihaknya sudah melakukan penanganan sementara tanggul kritis dengan menggunakan bronjong dan giobeg. Namun di awal tahun 2022 terjadi kerusakan sehingga pihaknya saat ini sedang berupaya untuk memperbaiki kembali.

“Kita akan memperbaiki kembali tanggul Sungai Citarum yang kritis ini secara permanen, namun kita memerlukan kondisi yang bagus agar dapat sesegera mungkin bilamana sudah siap untuk dilakukan pengerjaan,” jelasnya.

x
Monologis ID