OJK Dukung TPKAD Jadi Katalis Inklusi Keuangan, Kebangkitan UMKM serta Pemulihan Ekonomi
Foto: Andi Saputra/monologis.id

SEMARANG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dukung Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jawa Tengah untuk menjadi katalis inklusi keuangan, pemulihan ekonomi dan kebangkitan UMKM.

Rapat koordinasi dengan tema Akselerasi Inklusi Keuangan, Kebangkitan UMKM dan Pemulihan Ekonomi dihadiri Bupati/Walikota serta Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.

Kepala OJK Regional 3 Jateng dan DIY Aman Santosa mengatakan walaupun kondisi sosial masyarakat saat ini masih dibayang-bayangi COVID-19.

"Upaya OJK bersama TPAKD untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan serta pemulihan ekonomi tidak surut dan banyak sekali kegiatan TPAKD yang dilakukan baik secara online maupun tatap muka,"ujarnya, dalam rapat koordinasi (Rakor) dan Pleno TPAKD se-Jawa Tengah yang diselenggarakan secara virtual, di Kantor OJK Semarang, Jumat (20/11).

Menurutnya, program unggulan TPAKD diantaranya Gerakan Ayo Jateng menabung bersama Baznas dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah program ini melanjutkan komitmen serta dukungannya dalam peningkatan inklusi keuangan dan percepatan akses keuangan kepada masyarakat khususnya di Jawa Tengah.

"Dengan memberikan bantuan pendidikan kepada pelajar tingkat SMP dan SMA dalam bentuk tabungan sebanyak 11.000 rekening. atas hal tersebut, tahun ini Provinsi Jawa Tengah memperoleh penghargaan sebagai provinsi terbaik dalam implementasi Program Simpanan Pelajar (Simpel) tingkat nasional Khusus untuk UMKM," tuturnya.

Sementara itu, Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo Prasetyo menuturkan Jawa Tengah kedepan menjadi penyumbang pertumbuhan nasional, karena perbaikan infrastruktur, kawasan industri yang makin bertumbuh dan peran UMKM yang makin besar di dalam porsi pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.

"Hadirnya TPAKD sendiri adalah untuk mendorong ketersediaan akses keuangan yang seluas-luasnya kepada masyarakat dalam rangka mendukung perekonomian daerah," ucapnya.

Dia menambahkan, TPAKD juga perlu mencari terobosan dalam rangka membuka akses keuangan yang lebih produktif bagi masyarakat di daerah.

"TPAKD adalah forum multi stakeholders yang saling bisa memberikan saran, masukan dan kritik untuk mendorong inklusi dan literasi keuangan," jelasnya.