Diduga Bermasalah, LSM Gempur Akan Laporkan Pengelolaan DD Tulungbalak ke APH

Diduga Bermasalah, LSM Gempur Akan Laporkan Pengelolaan DD Tulungbalak ke APH
Foto: Riki Purnama/Monologis.id

LAMPUNG UTARA - Sejumlah permasalahan ditemukan dalam pengelolaan Dana Desa (DD) di Tulungbalak, Kecamatan Tanjungraja, Lampung Utara.

Indikasi permasalahan yeng ditemukan mulai dari dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dana pemberdayaan masyarakat hingga pembangunan insfrastruktur.

Salah satu tokoh masyarakat setempat menyebutkan bahwa transparansi menjadi syarat penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Dan itu tidak pernah dilakukan oleh Pemdes Tulungbalak.

"Disini (Tulungbalak) serba enggak jelas. Mulai dari BUMDes yang penyertaan modal mencapai 500 juta namun ngak ada realisasinya dilapangan. Hanya kami pernah diberi tahu bergerak di bidang perikanan, BRI Link dan industri gula semut tapi ngak pernah ada itu atau ngak jelas usaha perikanan Bumdes yang mana walaupun BRI Link sempat ada tapi sudah tutup sedangkan laporan pertanggung jawaban tidak ada kemasyarakat," jelas tokoh masyarakat yang minta namanya dirahasiakan, Rabu (2/8/2023).

Ditambahkan lagi kantor BUMDes didesa tersebut tidak diketahui keberadaannya demikian halnya industri gula semut dianggap juga tidak jelas.

"Dicek aja dimana industri gula semut itu enggak jelas. Belum lagi masalah dana Karang Taruna dan kegiatan keagamaan seperti insentif guru ngaji tidak pernah ada" jelasnya.

Menanggapi keluhan tersebut awak media berusaha mengecek kebenaran informasi itu. Namun, Kepala Desa Tulungbalak tidak berada di kantor Desa.

"Masih di rumah kadesnya, kesana saja," ujar Staf desa.

Namun, ketika mendatangi rumah kades sedang tidak berada ditempat dan setelah menghubungi via sambungan telepon dan whatsap untuk dimintai tidak direspon olehnya.

Dalam pantauan di lapangan juga ditemukan Pamsimas tahun 2021 belum beroperasi hingga saat ini dan ditemukan proyek siluman pembangunan Lapisan Penetrasi (Lapen) yang tidak memiliki papan informasi dan drum aspal yang tidak berstandar SNI.

Menanggapi hal itu, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gempur Kabupaten Lampung Utara, Ahmad Syarifudin akan melaporkan indikasi penyimpangan Dana Desa Tulungbalak kepada Pihak Aparat Penegak Hukum (APH).

"Indikasi penyimpangan DD desa itu sudah cukup jelas dengan beberapa indikasi seperti tidak adanya transparansi kegiatan pembangunan kepada masyarakat atau hanya golongan tertentu terlebih lagi papan proyek pada lokasi pekerjaan tidak bisa kita temukan" jelas Ahmad Syarifudin, Rabu (2/8/2023).

Dirinya juga mengatakan bahwa pihaknya akan melaporkan langsung ke pihak Tipikor Polres Lampung Utara dan Kejaksaan agar dapat diperiksa pengelolaan DD desa tersebut.

"Hal itu sangat diperlukan agar segala bentuk penyimpangan dalam pengelolaan anggaran negara tidak disalahgunakan oleh pihak manapun dan kami akan terus bersinergi dengan pihak terkait," pungkasnya.