Rabu, 02 September 2020

11:49

Soal Pemecatan 15 Guru, LMND Eksekutif Kota Ruteng Kutuk Tindakan Kepsek Wae Rii

Sample image

Penulis

Master Admin

Soal Pemecatan 15 Guru, LMND Eksekutif Kota Ruteng Kutuk Tindakan Kepsek Wae Rii

Ketua Ek-LMND Ruteng Yohanes M. Dedipati (Istimewa)

FLORES – Eksekutif Liga Mahasiswa Nasional Eksekutif (Ek-LMND) Kota Ruteng, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengutuk keras tindakan kepala SMK Wae Rii, yang memecat 15 guru honorer. 

Pemecatan yang dilakukan pada 28 Agustus 2020 ini di nilai sangat tidak manusiawi.

Ketua Ek-LMND Ruteng Yohanes M. Dedipati mengatakan, seorang kepala sekolah harus mampu menciptakan rasa aman dalam lingkungan sekolah, baik antara sesama guru dan juga siswa. 

"Kepala sekolah harus dapat merangkul semua orang dalam hal ini adalah guru,  untuk apa yang menjadi tujuan dari amanat Undang-undang yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dapat terselenggara dengan baik," tegas Yohanes, Rabu (02/09).

Menurutnya, pemecatan yang dilakukan oleh kepala sekolah SMK Wae Rii, sangat  tidak bijak.  

Kepala sekolah memanfaatkan jabatannya sewenang-wenang (abuse of power).

“Kepala SMK Wae Rii, sama sekali tidak berperan sebagai katalisator, dalam arti mampu menimbulkan dan menggerakan semangat para guru, staf, dan siswa dalam pencapaian  tujuan yang ditetapkan,” ujarnya.

Yohanes sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan kepala sekolah terhadap guru honorer.

“Padahal, mereka sangat berjasa dalam membangun sumber daya manusia di SMK Wae Rii,” kata Yohanes.

Untuk itu, Ek-LMND Kota Ruteng, meminta kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, segera mengambil sikap dan menelusuri alasan kepala sekolah terkait pemectan ke 15 guru honorer di SMK Wae Rii sehinnga kepala sekolah mampu memeprtanggungjawabkan alasan pemecatan guru honorer tersebut.

x
Monologis ID