Kategori

Regional     Bandar Lampung     Kopilogis    

Minggu, 24 Oktober 2021, 11:53 WIB

Simalakama Tes PCR Dan Antigen

REDAKSI Penulis
Redaksi
Simalakama Tes PCR Dan Antigen

PCR Test Pax Ilustrasi (Foto:Istimewa/tempo.co)

Aturan Penggunaan PCR Test  untuk transportasi  saat kelandaian angka COVID19, Melahirkan Polemik di Masyarakat

Oleh : Dr. Andi Desfiandi *)

 

Kita patut bersyukur bahwa kasus infeksi covid-19 di Indonesia menurun sangat signifikan, bahkan diapresiasi oleh dunia atas prestasi tersebut. Saat ini pemerintah sudah mulai melonggarkan beragam pengetatan interaksi antarmanusia diberbagai aktifitas baik sosial, pendidikan, transpotasi, pariwisata dll.

Namun ada kebijakan yang anomali disaat pergerakan manusia dilonggarkan bahkan aktifitas pariwisata sudah diperlonggar, yaitu syarat perjalanan mengharuskan calon penumpang pesawat harus PCR tes walaupun sudah divaksin 2 kali dan perjalanan darat maupun sungai dan laut minimal vaksin dan antigen atau PCR.

Kebijakan mengharuskan penumpang darat/laut dan udara lolos screening PCR maupun antigen. kebijakan tersebut, memang baik untuk pencegahan karena pandemi memang belum usai bahkan diprediksi akan ada gelombang ke 3 dalam waktu dekat ini.

Namun yang perlu dipertimbangkan adalah biaya PCR dan antigen yang cukup memberatkan masyarakat, sehingga diperlukan kebijakan yang extraordinary yang diambil dalam keadaan yang darurat ini untuk menurunkan biaya secara signifikan.

Sebaiknya pemerintah kembali melakukan "refocusing anggaran" dengan menggeser anggaran kesehatan untuk "mensubsidi screening dan testing" kepada masyarakat terutama yang menggunakan transportasi dan aktfitas ekonomi, sehingga biaya test PCR (screening & testing) bisa murah dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Selain itu perusahaan2 transportasi dan wisata juga ikut mensubsidi biaya PCR dan antigen agar terdapat simbiosis mutualisme dari program subsidi tsb bagi keberlangsungan usahanya.

Tidak ada cara lain selain pemerintah pusat dan daerah merefocusing anggaran untuk subsidi tracing dan testing agar sekali mendayung 2-3 pulau terlampaui, India yang negaranya relatif lebih miskin dari Indonesia sanggup menurunkan biaya PCR & antigen menjadi sangat murah.

Dengan kebijakan tersebut maka pengendalian kesehatan dapat terjaga, aktifitas ekonomi berjalan dan gejolak sosial juga bisa teredam. Bahkan subsidi tersebut bisa diperluas ke bidang pendidikan dan lainnya, sehingga "Norma Baru" dapat berjalan sesuai harapan..

Wallahualam

 

*) Ketua DPP Pejuang Bravo Lima Bidang Ekonomi

 

 

Berita Lainnya

13 Calon Panwascam di Pesisir Barat Disinyalir Anggota Parpol
Sabtu, 01 Oktober 2022, 17:51 WIB

IIB Darmajaya Beri Pelatihan Aplikasi SiMonik ke UMKM Pesawaran

BANDARLAMPUNG – Dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya memberikan pelatihan dan pendampingan pengelolaan

Sabtu, 01 Oktober 2022, 17:50 WIB

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lampung Selatan Berlangsung Khidmat

LAMPUNG SELATAN – Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2022 di lapangan Korpri Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung

Sabtu, 01 Oktober 2022, 17:49 WIB

Wagub Lampung Jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

BANDARLAMPUNG - Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia menjadi Inspektur Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2022 bertemakan

Sabtu, 01 Oktober 2022, 17:48 WIB

Saksikan Turnamen Bola Voli, Ini Pesan Merik Havit

LAMPUNG SELATAN  - Kepala Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan Merik Havit menyaksikan