Kategori

Nusantara     Jakarta    

Sabtu, 06 Agustus 2022, 22:52 WIB

Rekan Indonesia Dukung Langkah Anies Ubah Nama Rumah Sakit

EDI CAHYONO Penulis
Edi Cahyono
Rekan Indonesia Dukung Langkah Anies Ubah Nama Rumah Sakit

Ketua Umum Rekan Indonesia, Agung Nugroho

JAKARTA – Keputusan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengubah nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi Rumah Sehat mendapat dukungan Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia.

Ketua Umum Rekan Indonesia, Agung Nugroho, menyatakan, langkah Anies sudah benar, mengubah rumah sakit jadi rumah sehat, tapi untuk preventif dan promotif perlu partisipasi aktif warga.

“Ini sangat penting karena secara konsepsi rumah sehat itu titik tekannya adalah peningkatan upaya preventif dan promotif kesehatan kepada warga DKI agar bisa lebih meningkatkan upaya Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” ujar Agung di Jakarta, Sabtu (6/8/2022).

"Apalagi bacaan situasi Gubernur DKI saat COVID-19 sama dengan Rekan Indonesia. Di mana Rekan Indonesia melihat bahwa lemahnya preventif dan promotif di masyarakat menyebabkan kita sempat mengalami kocar-kacir pada awal-awal pandemi," ujarnya.

Agung berpendapat, lemahnya preventif dan promotif yang dibangun di tengah masyarakat membuat lemah pertahanan kesehatan kita, padahal jika upaya preventif dan promotif kesehatan di tengah warga sudah terbangun sejak dahulu maka kesiapan warga dalam menghadapi penyakit sudah langsung tumbuh secara otomatis dan pemerintah tinggal menguatkan saja.

"Apresiasi dan dukungan penuh atas upaya Gubernur DKI dalam membangun preventif dan promotif kesehatan lewat perubahan konsep rumah sakit menjadi rumah sehat," tegas Agung.

Hanya saja Agung mengingatkan, upaya pembangunan preventif dan promotif kesehatan ini perlu waktu panjang dan tidak bisa hanya dilakukan oleh rumah sehat tanpa ada upaya membangun partisipasi aktif warga DKI dalam pembangunan preventif dan promotif kesehatan.

Sebagai contoh, Kuba saja butuh 30 tahun untuk bisa membangun ketahanan kesehatan dilingkungan tempat tinggal warga lewat upaya preventif dan promotif kesehatan yang berbasis partisipasi aktif warga.

"Jika hanya bertumpu pada rumah sehat, maka yang ada seperti yang sudah-sudah hanya seremonial belaka tanpa lahir kolaborasi yang mendorong partisipasi aktif warga," Agung mengingatkan.

Selain itu Agung juga mengingatkan bahwa ujung tombak untuk pembangunan preventif dan promotif kesehatan di warga itu ada pada puskesmas, karena konsepsi awal puskesmas adalah mendidik dan mencerdaskan rakyat untuk sadar dan bertanggungjawab pada kesehatan lingkungan tempat tinggalnya.

"Jadi puskesmas bukan malah lebih besar perannya menjadi rumah sakit raksasa tingkat kelurahan dan kecamatan dan malah kecil perannya dalam mengajak warga untuk berpartisipasi aktif dalam upaya membangun preventif dan promotif kesehatan," ujar Agung.

 

 

Berita Lainnya

Siwo PWI Pusat: Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan
Minggu, 02 Oktober 2022, 19:49 WIB

Resmikan GPI Jalan Suci, Pj Bupati Maybrat: Gereja Adalah Pusat Perubahan

MAYBRAT - Penjabat (Pj) Bupati Maybrat Bernhard Rondonuwu meresmikan Gereja Pekabaran Injil atau GPI Jalan Suci di Yukase, Distrik

Minggu, 02 Oktober 2022, 19:47 WIB

Polisi Evakuasi Mayat Laki-laki di Saluran Air

SERANG-Polsek Serang mengevakuasi mayat laki-laki di saluran air di Lingkungan Pabuaran, Kecamatan Serang, Kota Serang, Minggu

Minggu, 02 Oktober 2022, 13:10 WIB

Presiden Perintahkan Kapolri Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan Malang

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas insiden kerusuhan

Minggu, 02 Oktober 2022, 13:07 WIB

30 Narapidana Wisuda Bersama 1248 Mahasiswa UNIS

TANGERANG - 30 orang Narapidana Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang resmi menjadi Sarjana. Berbaur dengan 1248 Mahasiswa Universitas