Kategori

Regional     Hukum dan Kriminal     Bandar Lampung     Kriminal    

Senin, 25 April 2022, 23:20 WIB

Polda Lampung Bekuk Empat Pelaku Kecurangan Tes CASN

REDAKSI Penulis
Redaksi
Polda Lampung Bekuk Empat Pelaku Kecurangan Tes CASN

Foto: Istimewa

BANDARLAMPUNG – Polda Lampung menangkap empat tersangka pelaku kecurangan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN).

“Para pelaku ditangkap dari tiga lokasi seleksi CASN yakni SMK Yadika Kabupaten Pringsewu, Makorem 043 Garuda Hitam dan ITERA,” ungkap Dirreskrimsus Polda Lampung, Kombes Ari Rachman Nafarin, Senin (25/4/2022).

Ari menjelaskan, untuk lokasi SMK Yadika modusnya dengan ilegal Remote Access pada perangkat CAT ujian seleksi CASN. “Ada tiga tersangka yakni IG (35), MRA (24) dan MRA (26),” urainya.

Kemudian untuk lokasi Makorem 043 Garuda Hitam, modus yang dilakukan juga ilegal remote access pada perangkat CAT ujian seleksi CASN Kejaksaan dan BPN. “Tersangka satu orang yakni AN (27),"ujarnya.

Ari mengungkapkan, sebanyak 58 orang CASN di Lampung yang dinyatakan lulus namun didiskualifikasi yang berasal dari seleksi CASN tingkat provinsi, pemkab/pemkot dan kedinasan.

Uniknya, walau masih melakukan pendalaman, Ari Rachman tambahkan tidak ada penambahan CASN didiskualifikasi. Sementara untuk tersangka, masih terbuka lebar karena pendalaman masih terus dilakukan.

“Untuk para pelaku tersebut kita jerat dengan UU ITE tahun 2008, pasal, 30 ayat (1) Jo Pasal 46 ayat (1), Pasal 32 ayat 1 Jo Pasal 48 ayat (1), Pasal 34 ayat (1) Huruf A Jo Pasal 50 ayat (1), tentang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik, dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling banyak Rp10 miliar,” tutup Ari.

Sebelumnya, Bareskrim Mabes Polri dan satwil jajaran lewat Satuan Tugas Anti KKN CASN 2021 mengungkap kasus kecurangan seleksi CASN di provinsi. Yakni Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Lampung.

"Sejauh ini Satgas sudah meringkus tersangka 21 orang warga sipil dan sembilan orang ASN. Dengan memastikan lulus dengan biaya Rp150 - 600 juta. Untuk barang bukti yang diamankan sebanyak 43 unit komputer dan laptop , 58 ponsel berbagai merk, sembilan unit flashdish dan satu unit DVR,” ungkap Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Gatot Repli Handoko.

Modus kejahatannya, kata Gatot, dengan menggunakan berbagai varian Aplikasi Remote Access dan perangkat khusus yang dimodifikasi para pelaku.

Kemudian untuk CASN yang dinyatakan lulus berdasarkan Surat Keputusan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) yang kemudian dibatalkan kelulusannya (didiskualifikasi) oleh Kemenpan RB karena terlibat dalam jaringan tersebut, Satgas sementara ini mencatat ada 359 orang. Lalu masih ada 81 orang CASN lulus yang sedang diproses diskualifikasi selanjutnya oleh Kemenpan RB.

Angka tersebut masih bertambah karena pendalaman masih terus dilakukan. Perwakilan Menteri PAN-RB yang mendampingi Kabag Penum menegaskan besar kemungkinan mereka yang didiskualifikasi tersebut akan diblacklist dari seleksi CASN.

 

 

Berita Lainnya

Ini Doa Umar Ahmad 11 Tahun Lalu yang Dikabulkan Allah
Jumat, 27 Mei 2022, 19:37 WIB

Dukung Kelestarian Perusahaan Perlu Strategi Pengelolaan SDA

BANDARLAMPUNG -  Untuk mendukung kelestarian perusahaan di Indonesia maka diperlukan suatu strategi pengelolaan yang tepat

Jumat, 27 Mei 2022, 19:33 WIB

Pemkot Bandarlampung Groundbreaking Gedung MPP

BANDARLAMPUNG – Pembangunan gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Bandarlampung resmi dimulai. Ditandai dengan groundbreaking

Jumat, 27 Mei 2022, 19:32 WIB

Tjahjo Kumolo Minta Wali Kota Bawa Birokrasi Pemerintah Daerah ke Arah Digital

BANDARLAMPUNG - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo berpesan kepada kepala daerah

Jumat, 27 Mei 2022, 13:55 WIB

Begal di Tulangbawang Todongkan Senpi ke Korban, Pelaku Berhasil Dibekuk

TULANGBAWANG – Ferdi Sumarjianto (21), karyawan PT Indo Lampung Perkasa (ILP), warga Kampung Dentemakmur, Kecamatan Denteteladas,