Kategori

Regional     Wisata     Tulang Bawang Barat     Kuliner    

Senin, 10 Mei 2021, 06:24 WIB

Nikmatnya Seruit Ala Tubaba di Rumah Makan Q-Yai

DIRMAN Penulis
Dirman
Nikmatnya Seruit Ala Tubaba di Rumah Makan Q-Yai

Foto: Dirman/monologis

TULANGBAWANG BARAT – Seruit adalah makanan khas Lampung. Kuliner itu sangat lekat di lidah masyarakat khususnya pribumi. Sayangnya, tidak semua rumah makan menawarkan menu olahan ikan, sambal dan lalapan tersebut.

Jika ke Tulangbawang Barat (Tubaba), singgalah ke Rumah Makan Q-Yai. Lokasinya hanya 100 meter dari ikon wisata Tulangbawang Barat yakni Tugu Rato Nago Besanding di Kelurahan Panaraganjaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah.

Seperti apa hidangan tersebut? Pemilik Rumah Makan Q-Yai Agus Tomi menjelaskan, seruit merupakan olahan sambal terasi yang diaduk menjadi satu dengan ikan, terong, asam tempoyak, atau bisa juga asam jeruk sate dan asam kedondong.

“Ikan yang digunakan biasanya Baung, tapi bisa juga menggunakan ikan nila, gurame dan lainnya. Utamanya ikan sungai," kata Agus, Minggu (09/05) malam.

Lanjut dia, seruit berasal dari kata ‘nyeruit’ yang artinya makan bersama. Seruit disajikan dalam satu wadah piring besar untuk satu keluarga di makan bersama-sama.

“Itu yang menambah cita rasa dan memiliki khas tersendiri,” kata dia.

"Seruit ini banyak didapat dan digemari masyarakat Lampung Pepadun yang wilayah tinggalnya berdekatan dengan aliran sungai. Karena itu olahan seruit banyak menggunakan ikan sungai yang telah dibakar atau dipepes," imbuhnya.

Olahan ikan bakar diberi bumbu halus berupa cabai, bawang putih, garam, ketumbar, kunyit dan jahe. Tak heran saat penyajian ikan tersebut aroma harumnya sangat menggugah selera.

"Umumnya seruit disajikan dengan tiga jenis olahan sambal yaitu, sambal terasi rampai, tempoyak (durian), dan sambal mangga.  Kombinasi ketiga sambal ini saat disantap dengan ikan menciptakan rasa pedas, manis, dan asam yang menyegarkan,"  jelasnya.

Nyeruit akan lebih nikmat bila disajikan bersama lalapan seperti daun singkong rebus, jengkol muda, petai, timun, terong bakar, dan lalapan segar lainnya.

"Sayangnya seruit masih susah ditemui di restoran. Kemungkinan mereka kesulitan untuk membuat olahan tersebut karena banyaknya bahan pelengkap yang harus disajikan bersama. Karena itu, saya komitmen tetap menjaga makanan tersebut di Rumah Makan Q-Yai Tubaba," pungkasnya.

 

 

 

 

 

Berita Lainnya

Inkai Banten Usulkan 4 Tokoh Dianugerahi Majelis Sabuk Hitam
Senin, 27 Juni 2022, 21:40 WIB

Ponpes Darul Fattah Juara Liga Santri Piala Kasad

LAMPUNG TIMUR - Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Fattah Waybungur menjuarai Liga Santri Piala Kasad yang digelar Kodim 0429 Lampung

Senin, 27 Juni 2022, 21:05 WIB

Eva Dwiana Minta PGMNI Majukan Pendidikan Bandarlampung

BANDARLAMPUNG – Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana, meminta Pengurus Daerah Perkumpulan Guru Madrasah Nasional Indonesia

Senin, 27 Juni 2022, 20:57 WIB

Kurangi Beban Peternak, DPRD Lampung Minta Pemprov Ganti Rugi Hewan Terpapar PMK

BANDARLAMPUNG – Untuk mengurangi beban peternak, Pemerintah Provinsi Lampung diminta memberi ganti rugi bagi hewan yang

Senin, 27 Juni 2022, 20:25 WIB

Kadis Kesehatan Tulangbawang Barat Disinyalir Belenggu Kemerdekaan Pers

TULANGBAWANG BARAT – Kemerdekaan Pers di Tulangbawang Barat kembali dibelenggu. Dengan dalih Undang-undang Keterbukaan Informasi