Kategori

Nusantara     Banten    

Sabtu, 06 Agustus 2022, 22:45 WIB

Miris! Bocah SD di Banten Terpaksa Bolos Sekolah Demi Rawat Ibu yang Lumpuh

ANDRE NANDA SAPUTRA Penulis
Andre Nanda Saputra
Miris! Bocah SD di Banten Terpaksa Bolos Sekolah Demi Rawat Ibu yang Lumpuh

Foto: Andrea Nanda Saputra/monologis.id

SERANG – Nurkholis (13), siswa kelas 6 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Rancailat, Cikande, Kabupaten Serang, Banten, terpaksa bolos sekolah demi merawat ibunya yang lumpuh.

Sang ibu, Sapariah (49), menderita lumpuh sejak dua tahun lalu. Sedangkan ayahnya, Samri (47), bekerja sebagai buruh serabutan. Mereka tinggal di Kampung Rancailat dengan kondisi sangat memprihatinkan.

Bahkan, kakak tiri Nurkholis harus tidur di bekas kandang kambing yang sudah tidak terpakai di depan rumah mereka.

Sumarsih, Kepala SDN Rancailat, membenarkan kondisi yang dialami salah satu siswanya itu.

"Saat kami tanya kenapa jarang sekolah, dia (Nurkholis) berlasan membantu ibunya dan hanya memiliki satu seragam sekolah dan sedang dicuci,” ujar Sumarsih di ruang kerjanya, Jumat (5/8/2022).

Sumarsih menjelaskan, setelah mendengar pengakuan Nurkholis pihak sekolah lalu menelusuri kediamannya. “Dan ternyata benar. Kami mendapati Nurkholis sedang menyuapi ibunya yang terbaring lemah diatas tikar tanpa alas kasur,” ungkapnya.

Selain menyuapi, Nurkholis juga memasak dan membersihkan badan ibunya.

"Hati saya miris melihatnya. Apalagi setelah tahu bahwa terkadang ayahnya pulang tak membawa uang," ungkapnya.

Terkadang, dalam sehari mereka hanya makan mie instan tanpa nasi dan lauk. Itupun hanya sekali makan.

Sumarsih mengakui tidak menerima bantuan Program Indonesia Pintar. Bantuan dari pemerintah dalam bentuk bantuan tunai pendidikan kepada anak usia sekolah (usia 6-21 tahun) yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin. Menurutnya, ada kesalahan pada sistem saat pendataan.

"Nurkholis itu setelah saya cek (Nurkholis) memang tidak masuk PIP karena dulu mungkin ketika pendataan terjadi kesalahaan. Itu yang sangat kami sayangkan, kalau dari sekolah sendiri ketika ada santunan dan bantuan seperti kelengkapan seragam Insyaallah diutamakan,” ujar Sumarsih.

Dia menuturkan, sudah memberikan bantuan seragam, sepatu, tas, alat tulis.

“Karena melihat tidurnya di tanah beralasan terpal saja bahkan bantal saja dari karung beras saya berinisiatif membelikan kasur, belinya juga dengan Nurkholis," tutup Sumarsih.

 

 

Berita Lainnya

Resmikan GPI Jalan Suci, Pj Bupati Maybrat: Gereja Adalah Pusat Perubahan
Minggu, 02 Oktober 2022, 19:47 WIB

Polisi Evakuasi Mayat Laki-laki di Saluran Air

SERANG-Polsek Serang mengevakuasi mayat laki-laki di saluran air di Lingkungan Pabuaran, Kecamatan Serang, Kota Serang, Minggu

Minggu, 02 Oktober 2022, 13:10 WIB

Presiden Perintahkan Kapolri Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan Malang

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas insiden kerusuhan

Minggu, 02 Oktober 2022, 13:07 WIB

30 Narapidana Wisuda Bersama 1248 Mahasiswa UNIS

TANGERANG - 30 orang Narapidana Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang resmi menjadi Sarjana. Berbaur dengan 1248 Mahasiswa Universitas

Sabtu, 01 Oktober 2022, 18:25 WIB

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, "Bangkit Bergerak Bersama Pancasila"

SERANG -  Jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Banten mengikuti Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun