Jumat, 15 Mei 2020

03:08

Menjemput ANNA Part-4 ( Serial Fiksi Bersambung )

Sample image

Penulis

REDAKSI

Menjemput ANNA Part-4 ( Serial Fiksi Bersambung )

kuala lumpur saat malam

oleh : Erizeli Jely Bandaro

Malamnya kami menghabiskan waktu di KTV VVIP bersama para penari kabaret dari Venezuela yang sengaja di kontrak oleh Steven untuk acara di Cassino nya. Steven menikmati malam itu dengan luar biasa senang . Ada 15 orang wanita di dalam ruangan KTV itu. Prianya hanya kami bertiga. Tapi saya sibuk chat melalui SafeNet dengan team ICF di Eropa dan NY. Kadang saya ikut tersenyum melihat ulah Steven dan Wada bersama wanita kabaret itu. “ Anda nampak sibuk sekali” Kata wanita pendamping saya. Saya terkejut, baru menyadari ada yang memperhatikan kesibukan saya. Sayapun segera memasukan Smartphone kedalam saku jas, dan mengajak wanita itu berbicara. Dari ceritanya, wanita yang jadi pendamping saya di kTV itu Sarjana yang jadi korban PHK. Cantik dan berkelas. Usianya baru 30 tahun. Jam 3 dini hari kami kembali ke hotel.
***
Saya tidak segera tidur karena masih harus bekerja dengan menggunakan Komputer, sebagai terminal yang selalu saya bawa dalam setiap perjalanan bisnis.
“ Jaka, “ nampak di Chart board Bloomberg net, Nick tampil di screen. Nick sahabat saya di ICF. “ Kamu yakin dengan dokumen uang sebesar USD 400 juta itu? .
“ Saya minta kamu cek” Kata saya.
“ Ok. tapi masalahnya tidak mudah.”
“ Mengapa ?
“ Itu dana berasal dari private banking. Engga ada yang bisa buka ?
“ ICF bisa buka. Mana ada dana private banking tidak bisa dibuka oleh mereka. Offshore fund itu dibawah yuridiksi mereka.”
“ Kamu inginkan saya gunakan akses ICF?
“ Ya”
“ Tapi para orang tua di Vatican tidak akan beri saya akses, jaka “
“ Kamu ring 1 ICF, NIck. Kamu punya akses atau setidaknya kamu bisa yakinkan Dewan Charity Gereja. “
“ Apa alasannya ?
“ Kamu sebutkan saja, AIC. “
“ Apa itu ?
“ Anna Istanbul Connection”
“ Saya tidak paham Jaka. “
“ Sebut aja itu. Dan mereka akan tahu kamu sedang melakukan apa.”
“ Tapi tugas saya hanyalah penyalur dana kemanusiaan untuk negara miskin, mana paham saya soal beginian. “
“ Justru karena itu saya minta tolong kamu bantu”
“ Mengapa bukan kamu saja ?
“ Saya punya alasan kuat mengapa saya tidak bisa dapat akses”
“ Baik saya paham sekarang. Tapi…”
“ Apa lagi?
“ Apakah semua akan baik baik saja ?
“ NIck anda tahu reputasi saya. Jangan kawatir. Semua akan baik baik saja”

Sign out dan waktu subuh datang. Saya sholat untuk kemudian tidur sampai jam 10 pagi.
***
Saya meminta sekretaris saya, Lena untuk menemani saya ke Kuala Lumpur. Namun dalam perjalanan menuju Bandara Hong Kong, saya dapat telp dari Nick mengatakan bahwa bukti dana itu berasal dari orang Arab. Perusahaannya terdaftar di New Jersey wilayah bebas pajak. Tahulah saya bahwa ini memang salah satu mangsa dari Steve yang kesekiannya. Dia mungkin menggunakan dana ini untuk menyelesaikan semua masalahnya. Sebetulnya bukan masalah karena semua transaksi itu dilakukan atas keinginan mereka sendiri menggunakan cassiono Steve untuk wahana cuci uang. Tapi yang jadi masalah, Steve tidak mau reputasinya rusak. Karena dia sendiri yang merekomendasikan para orang kaya raya Arab itu melakukan layering melalui Konglomerasi Wall street yang punya akses ke 144A. Dan ini bagian dari service yang ditawarkan oleh Steve agar orang kaya arab mau menggunakan kasinonya untuk berjudi dan sekaligus cuci uang.

Saya menghubungi Scott di Washington. Dia adalah mentor saya dalam financial engineering. Tadinya dia bekerja di Indonesia sebagai penasehat presiden untuk urusan Pertamina dan investasi. Saya mengenalnya lebih dari 20 tahun. Kini dia menjabat Direktur DTCC, lembaga clearing dan perdagangan surat berharga
“ Ada apa Jaka? Terdengar suara Scott diseberang setengah parau. Mungkin dini hari di Washington.
“ Apakah mungkin saya bertemu dengan anda besok, Pak ?
“ Tentu. Kapan saja. Tapi apa ada masalah kamu ?
“ Saya baik baik saja. Tapi ini berkaitan dengan tugas saya sebagai Direktur ICF.
“ Ah..seharusnya dulu saya peringatkan kamu agar jangan terima jabatan ini”
“ Engga apa apa Pak. Saya dalam posisi tidak punya pilihan. Karena sudah kehendak Tuhan. Mungkin ada tugas dari Tuhan yang harus saya lakukan di ICF. Saya akan selalu ingat nasehat anda. Saya akan tetap jadi orang baik dalam situasi apapun.”
“ Bagus. Hati hati ya Jaka. Kapan kamu mau ke Washington ?
“ Rencana hari ini saya terbang. “
“ OK sampai jumpa. “

Dengan fasilitas Kartu Centurion, walau saya go show ke airport , airline menyediakan tempat duduk first class untuk saya. Saya menggunakan passport Diplomatic Vatican untuk memesan ticket itu agar memudahkan saya nanti waktu di Imigrasi Amerika Serikat dan VISA APEC. Lena tidak bertanya lebih jauh ketika saya minta dia menghubungi Raymond menggantikan saya meeting di Kuala Lumpur. Saya janji akhir pekan akan bergabung dengan dia di KL.
“ Jadi hanya dua hari bisnis trip ke Washington ? tanya Lena denagan wajah penuh tanda tanya. Saya hanya tersenyum ketika masuk Gate Imigrasi Hong Kong. Saya hanya membawa tas kecil berisi pakaian dalam dan computer.

***
Scott menjamu saya di sebuah café kecil.
“ Kapan recana pulang ?
“ Setelah ketemu anda, pak “
“ Apa engga istirahat dulu sehari di rumah saya.”
“ Hari sabtu saya harus ikut dalam rapat konsorsium di KL. “
“Proyek apa ?
“ Malaka. “
“ Oh tahu saya. Semoga sukses. Itu bagus proyek, karena sesuai visi China menghubungkan kembali jalur sutera. “
“ Ya pak.”

Saya terdiam. Tidak tahu dari mana harus memulai bicara dengan Scott. Karena dia sendiri tidak suka saya bergabung dengan ICF. Tapi saya tahu bahwa dia mencintai saya seperti anak sendiri. Tentu dia akan mengutamakan saya bila harus bersikap. Saya yakin akan ada solusi. Saya ceritakan masalah penugas saya di ICF berkaitan dengan operasi ANNA.

“ Jaka, dengar baik baik.” Serunya

“ Ya Pak.”

“ Kekacauan di Timur Tengah bukanlah soal Arab Israel. Bukan pula soal Sunny –Syiah. Bukan pula soal agama. Bukan soal politik. Semua itu karena uang. Seakan kutukan petro dollar sekian decade telah membuat orang jadi rakus. Ada yang menggunakan kartu politik membenturkan Sunny –Syiah, sementara dibelakang mereka saling berkerjasama soal mendapatkan uang dari bisnis senjata, broker minyak, sampai kepada mengalirkan dana haram dari mereka yang takut akan kekacauan itu. Politik dibuat gaduh tiada henti. Kalaupun China, Rusia, AS, Eropa terlibat, itu hanyalah munafik. Mereka hanya menjalankan bandul politik untuk kepentingan pemain uang. Semuanya berujung kepada perampokan uang. Kejam dan rakus. “

“ Ya pak..”

“ ICF terseret dalam arus permainan ini karena mereka smart. Mereka lebih tahu apa yang diributkan itu hanya soal uang. Makanya orang Kristen dan katolik tidak memilih bertempur secara phisik di Libanon, Suriah, tapi lewat financial system. ICF bersama elite politiknya di Eropa dan AS berusaha ikut ambil bagian dan tentu mereka juga dapat bagian secara pribadi. BIasa lah. Nah kalau sampai mereka memanfaatkan Hizbullah itupun karena mereka anggap hizbullah lebih memahami arah konplik yang kini terjadi didunia islam. Hizbullah hanya ingin ambil bagian dalam pembangunan setelah kekacauan berhenti. Karena itu mereka butuh uang. Tarnpa uang mereka sulit merebut hati rakyat. Ya realistis ajalah, mana bisa pembangunan tanpa akses kepada uang. Dan tentu kelak bukannya hanya libano, surian dan Pelastina mereka kuasai tapi seluruh timur tengah akan mereka kuasai melalui system demokrasi. “

“ Mengapa Israel terlibat?

“ Karena sebetulnya Hizbullah bisa masuk ke pasar uang global, merampok banyak rekening, itu berkat bantuan Isrel juga, termasuk dukungan dari para elite politik di AS yang mendukung Israel. Kamu tahulah semua konglomerat Wallstreet itu orang Yahudi. Masalahnya menjadi rumit, karena tujuannya seperti saya katakana tadi bahwa ini tidak ada kaitannya dengan politik tapi soal kerakusan mendapatkan uang haram itu. Ini bukan lagi soal negara tapi soal kelompok, transnational organisasi dan corporate. “

“ Dan hizbullah hanya menyediakan martil yang diprovokasi untuk jadi jihadis di pasar uang dunia. Tujuannya menteror system keuangan dunia.”

“ Ya, mereka sepertinya hanyalah proxy dari pemaina raksasa itu. “

“ Paham saya pak.”

“ Apa yang kamu pahami? Kata scott mengerutkan kening.

“ Ada rekening di Offshore sebesar gigantic yang kini diperebutkan oleh Israel dan HIzbullah. Rekening itu kini dikendalikan oleh pejabat penting ICF, yang juga proxy dari Hizbullah.”

“ Oh My God. Dan sekarang kamu ingin mengambil alih kendali atas rekening itu ?

“ Ya.”

“ Untuk apa ?

“ Menarik keluar orang ICF dari masalah ini. Namanya Anna. “

“ Dan selanjutnya ?

“Entahlah..Saat ini saya hanya bertugas melaksanakan perintah ICF”

“Saya paham Jaka. Banyak proxy ICF berkerjasama dengan Hizbullah. Mereka orang baik dan tidak tahu agenda sebenarnya dibalik semua operasi mereka. Saya dukung kamu agar mengeluarkan ANNA dari masalah ini. Nah apa yang bisa saya lakukan?

“ Saya dapat informasi, Anna deal dengan konglomerat Wallstreet di Zurich. Saya ingin tahun apa nama vehicle company yang dipakai Anna untuk melakukan transaksi forfaiting itu? Dan dengan siapa dia deal ?

“Informasi kamu A1 ?

“ Ya dari ICF. Tapi mereka tidak tahu pasti detailnya.”

“ Baik akan saya cari tahu soal itu. Tentu saya harus masuk dalam lingkaran mereka. Kamu tahu kan tanpa uang minimal USD 100 juta kita tidak bisa mengakses itu “

“ Saya akan sediakan uang USD 400 juta. “ Kata saya seraya menunjukan bukti dana rekening di New Jersey. “ Uang ini dikendalikan teman saya di Hong kong dan kapan saja bisa dipindahkan ke rekening anda. Silahkan anda atur settlmentnya. “
“ Baik. Ini sangat membantu “ kata scott sambil memperhatikan selembar kertas yang saya berikan.

Usai meeting dengan Scott saya langsung diantarnya ke Bandara untuk terbang ke KL. Rencana mampir di Tokio ketemu dengan Wada menjelaskan rencana saya agar minggu depan sama sama terbang ke Zurich. Operasi dimulai. Waktu tersisa hanya 4 hari untuk menyelesaikan missi dari ICF : Menarik keluar ANNA.

***
Di Tokio, kerika bertemu dengan Wada saya tidak bercerita pertemuan dengan Scott. Saya hanya menegaskan bahwa saya sedang mencari jalan untuk membantu Steve. Wada senang mendengar itu. “ Sekarang kamu sampaikan ke Steve agar uang yang ada direkening private banking di Jersey di kirim ke rekening ini. “ kata saya seraya memberikan secarik kertas berisi informasi tentang bank coordinate milik Scott di NY. “ Kita akan start dari sini” Sambung saya. Wada berkerut kening ketika membaca bank coordinate tersebut.

“ Jaka, kamu tahu Perusahaan ini ?

Saya terkejut.

“ Coba kamu perhatikan dan ingat ingat pernah engga tahu Perusahan ini? Kata Wada. Saya perhatikan dan entah mengapa saya tidak mengingat nama perusahaan itu.
“ itu Trinity financial Capital. Perusahaan milik keluarga Ratu Inggris. Engga salah? Kata Wada dengan wajah bingung
“ Engga tahu saya. Tapi ini bank coordinate dari contact saya di NY. Dia akan bantu saya untuk dapatkan rekomendasi masuk ke 144A “
“ Mengapa engga gunakan ICF untuk bisa masuk ke 144A ?
“ Nanti setelah semua jelas barulah saya akan gunakan fasilitas 144A.”
“ Ok. “
“ Sampaikan ke Steve yang dikirim bukan uang tapi cukup blocking Fund. Kita tetap sebagai kendali atas uang itu”
“ Ok. Segera saya lakukan”
“ Kamu jangan telp “ kata saya ketika Wada hendak telp. “ tapi sekarang kamu terbang ke Macau. Pastikan besok pagi waktu NY sudah masuk Swift confirmation fund ke terminal Scott. Jadi dia bisa kerja. Saya akan hubungi kamu dari KL untuk pastikan jadwal ke Zurich “
“ Siaap” Wada tertawa. Saya kembali ke counter Airline untuk dapatkan pesawat ke KL. Wada juga check in ke Macau. Kami berpisah.

Dalam pesawat menuju Kuala lumpur saya memikirkan semua hal berkaitan Anna. Akhirnya saya dapat bersikap tegas atas posisi saya. Bahwa saya tidak percaya dengan ICF, Hizbullah, Scott dan juga Steve. Saya harus menjaga posisi saya tetap aman sampai saya bisa pastikan Anna bisa keluar dari penguasaan rekening offshore hizbullah .

Bayangan saya kepada Anna waktu di Damaskus. Wanita peranakan Nepal. Ayahnya berasal dari Inggris dan ibu nya Neval. Wajahnya oval dengan bibir tipis dan hidung mancung. Kulit putih dan rambut hitam. Gen ayahnya hanya ada pada kulit dan postur tubuhnya yang tinggi diatas 170. Anna memang cantik dan matang di usia 38 tahun. Cerdas dan terkesan dingin. Setelah menjadi muslimah, Anna tidak menggunakan jilbab. Dia punya prinsip sendiri tentang Islam yang dia yakini. Menurut saya dia Islam moderat karena mentornya dari Iran ketika bertemu di Harvard.

Saya tahu bahwa Anna sangat percaya dengan saya. Apalagi dia tahu saya menyabung nyawa untuk menyelamatkannya. Padahal bisa saja saya membiarkan Team ICF bekerja membebaskannya langsung di wilayah konplik.Tapi saya memilih untuk ikut memastikan dia selamat pulang. Itu mungkin ICF mempercayakan tugas untuk menjadi mentor Anna.

Hari Jumat pagi saya sudah mendarat di KL. Keluar dari arrival GatE, nampak Lena melambai ke arah saya “ anda nampak tetap fresh Pak.”Katanya menyalami saya seraya mengambil tas saya
“ Apakah langsung ke Malaka atau tidur dulu di KL?
“ Langsung ke Malaka. Sekarang hubungi Raymond agar meeting disiapkan segera dengan konsorsium proyek. Setalah meeting saya ke jakarta. Karena hari minggu saya akan terbang ke Eropa”
“ Itu artinya hanya se malam dirumah ?
“ Ya. Kamu tetap di Hongkong. Saya ke eropa pergi sendiri”
“ Siap pak “
***
Jaka” terdengar suara Scott disembrang telp ketika saya mendarat di London.
“ Ya pak “
“ Gunakan jalur komunikasi SafeNet” Kata Scott sepertinya dia ingin jalur komunikasi aman. Tak bisa bicara lebih dari 15 menit. Saya segera buka laptop dengan menggunakan saluran satelit. “ Saya sudah dapatkan semua informasi. Orang yang kamu maksud sekarang dalam keadaan aman. Karana lawannya konglomerat Yahudi engga bisa dapatkan credit line dari the Fed “
“ Mengapa?
“ Karena Anna tidak bisa membuktikan uang itu milik dia kecuali hanya code. Sedangkan untuk pre settlement melalui the fed tetap diperlukan paper work. Sepertinya dia hanya pegang code tanpa punya legitimate document. Jadi, baik pemilik asli maupun Anna tidak bisa meneruskan kerjasama. Stuck “
“ Tapi kan Anna melakukan forpaiting asset. Kan engga perlu dokument asli”
“ Ya tapi lawannya engga punya uang kontan. Mereka butuh kredit line dari the fed”
“ Oh i see “

“ Jaka, apakah kamu punya ide dengan informasi ini?
“ Belum. Apakah sudah didapat nama vehicle company yang dipakai Anna untuk deal dengan konglomerat wallstreet ?
“ Saya sudah email ke kamu via SafeNet tiga jam lalu.”
“ Terimakasih Pak”
“ Ok Jaka. Saya keluar. Jaga diri kamu baik baik.”
“ Terimakasih pak. Bye Now “

BERSAMBUNG

x
Monologis ID