Rabu, 14 Oktober 2020

23:20

LMND NTT Kutuk Tindakan Represifitas Polisi ke Mahasiswa

Sample image

Penulis

Master Admin

LMND NTT Kutuk Tindakan Represifitas Polisi ke Mahasiswa

Foto: Istimewa

ENDE - Eksekutif Wilyah LMND Nusa Tenggara Timur (NTT) mengutuk keras tindakan represifitas aparat Kepolisian terhadap Mahasiswa dalam aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law yang berlangsung sejak  05 Oktober 2020 lalu.

Seperti yang dialami Ketua Eksekutif Kota LMND Palembang Amir Iskandar, Senin (12/10) lalu.

“Sikap-sikap kriminalisasi kepolisian ini mengangkangi nilai-nilai demokrasi. Tindakan-tindakan represif kepolisian telah melanggar nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 pasal 28 yang berbunyi kemerdekaan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat dimuka umum,” tegas Ketua EW LMND NTT, Marianus Engel Bell, Rabu (14/10).

Dia mengatakan, dalam aksi penolakan Omnibus Law Senin kemarin, Amir Iskandar ditangkap dan ditahan oleh Jajaran Polrestabes Palembang hingga ditetapkan sebagai tersangka dengan motif-motif abal-abalan dan tidak mendasar.

“Karena kawan Amir ingin menemui personel kepolisian yang memblokade jalan untuk membuka jalan agar massa aksi dapat menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka ke DPRD Palembang, tetapi respon kepolosian malah mendiskriminasi kawan Amir Iskandar. Oleh karena itu penghalangan kepolisian Polrestabes Palembang sudah melanggar UU No 9 Tahun 1998 tentang menyampaikan pendapat dimuka umum,” ungkapnya.

Untuk itu, kata Marianus, Eksekutif Wilyaha LMND NTT, mendesak Polrestabes Palembang segera membebaskan Amir Iskandar, bebas tanpa syarat dan tekanan psikologi.

“Menuntut Kapolri dan Kapolda segera mencopot dari Kapolrestabes Palembang karena telah melanggar UUD 1945 dan UU No 9 tahun 1998 serta mengangkangi nilai-nilai demokrasi di Indonesia,” kata dia.

Marianus juga mendesak Polisis membaskan Mahasiswa diseluruh Indonesia yang tertangkap dalam aksi menolak Omnibus Law.

x
Monologis ID