Kategori

Regional     Ekonomi     Bandar Lampung     Bisnis    

Senin, 23 Mei 2022, 19:40 WIB

Lampung Tiga Terbesar di Indonesia Ekspor Rajungan ke AS

DEDI ROHMAN Penulis
Dedi Rohman
Lampung Tiga Terbesar di Indonesia Ekspor Rajungan ke AS

Foto: Istimewa

BANDARLAMPUNG – Ekspor komunitas komoditas rajungan provinsi Lampung ke Amerika Serikat menduduki posisi ketiga terbesar se-Indonesia setelah Jawa tengah dan Jawa Timur dengan menyumbang 12% terhadap ekspor dengan secara nasional tahun 2020.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyatakan, pada 2021 komoditas rajungan menempati posisi nomor 2 nilai ekspor perikanan Lampung setelah udang dengan volume sebesar 1577 ton atau senilai 516,8 miliar rupiah, rajungan memiliki nilai komoditas per kg di atas komoditas udang dengan nilai 327.586 rupiah per kg dibandingkan dengan nilai udang yang hanya sebesar 148.211 per kg.

“Nilai per kg rajungan relatif lebih besar dari komunitas lainnya karena rajungan diekspor dalam bentuk kalengan siap saji,” ujar Arinal saat menghadiri pameran foto dan diskusi program Photovoices yang digelar oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung bekerjasama dengan Photovoices International (PVI) dan Coral Triangle Center (CTC), di Hotel Sheraton, Senin (23/5/2022)

Kegiatan yang mengusung tema ‘Perempuan Nelayan Lampung Dorong Perikanan Rajungan Lestari Kampung Kuala Teladas dan Kampung Sungai Burung Kabupaten Tulangbawang” juga bekerjasama dengan Mitra Bentala dan didukung oleh Komite Pengelolaan Perikanan Rajungan Berkelanjutan (KPPRB) Lampung.

Menurut Gubernur, program-program yang sudah dilakukan seperti pengembangan dan peningkatan kapasitas para perempuan nelayan di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur dan Tulangbawang dalam pengenalan kanvas bisnis dan fotografi partisipasi, serta pelatihan pelatihan keuangan penanganan pascapanen ini sudah sangat baik.

“Termasuk pengelolaan limbah cangkang rajungan merupakan contoh nyata kolaborasi dari banyak pihak yang bisa diadopsi oleh sektor lainnya. Program pengelolaan perikanan ini sangat menarik sebagai wadah untuk menginspirasi perempuan pengelola sumber daya perikanan rajungan di Provinsi Lampung," ucap Arinal.

Pengelolaan rajungan ini, kata Gubernur, bertujuan untuk menerapkan pengelolaan perikanan rajungan di skala yang tepat yaitu meningkatkan kesejahteraan ekosistem dan stok rajungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi para pemangku kepentingan di sepanjang rantai pasokan kegiatan yang melibatkan lebih dari 4000 nelayan 1000 pekerja di UMKM pengumpul dan miniclan rajungan serta 5 unit pengolahan ikan mengekspor rajungan dengan pekerja Lebih dari 1000 orang.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung Liza Derni mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah memberikan wadah untuk para perempuan nelayan rajungan untuk berbagi cerita dan gambar mengenai kehidupan di kampung Kuala teladas dan sungai burung, juga menginspirasi pembentukan jejaring pembelajaran perempuan nelayan rajungan di tingkat Provinsi dan menjadi jembatan untuk jejaring di tingkat Nasional, Serta sebagai medium untuk memperkenalkan perikanan rajungan berkelanjutan kepada para pihak Mitra strategis di Provinsi Lampung.

 

 

Berita Lainnya

Inkai Banten Usulkan 4 Tokoh Dianugerahi Majelis Sabuk Hitam
Senin, 27 Juni 2022, 21:40 WIB

Ponpes Darul Fattah Juara Liga Santri Piala Kasad

LAMPUNG TIMUR - Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Fattah Waybungur menjuarai Liga Santri Piala Kasad yang digelar Kodim 0429 Lampung

Senin, 27 Juni 2022, 21:05 WIB

Eva Dwiana Minta PGMNI Majukan Pendidikan Bandarlampung

BANDARLAMPUNG – Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana, meminta Pengurus Daerah Perkumpulan Guru Madrasah Nasional Indonesia

Senin, 27 Juni 2022, 20:57 WIB

Kurangi Beban Peternak, DPRD Lampung Minta Pemprov Ganti Rugi Hewan Terpapar PMK

BANDARLAMPUNG – Untuk mengurangi beban peternak, Pemerintah Provinsi Lampung diminta memberi ganti rugi bagi hewan yang

Senin, 27 Juni 2022, 20:25 WIB

Kadis Kesehatan Tulangbawang Barat Disinyalir Belenggu Kemerdekaan Pers

TULANGBAWANG BARAT – Kemerdekaan Pers di Tulangbawang Barat kembali dibelenggu. Dengan dalih Undang-undang Keterbukaan Informasi