Senin, 18 Juli 2022

15:08

Kasus Tanda Tangan Palsu Mahasiswa Unila di MK, Rektor: Silakan Diproses Hukum

Sample image

Penulis

DEDI ROHMAN

Kasus Tanda Tangan Palsu Mahasiswa Unila di MK, Rektor: Silakan Diproses Hukum

Rektor Unila Prof Dr Karomani (Foto: Istimewa)

BANDARLAMPUNG – Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof Dr Karomani mempersilakan pihak terkait memproses hukum  kasus tanda tangan palsu yang dilakukan mahasiswa Unila dalam judicial review Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (IKN) dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Jika memang ada indikasi kuat melanggar aturan, silakan dilakukan proses hukum sebagaimana mestinya,” tegas Karomi, Senin (18/7/2022)

Rektor menegaskan, mahasiswa, dosen, bahkan rektor sekalipun, tidak ada yang kebal hukum.

“Jadi tidak bisa karena mahasiswa sedang belajar, lantas kebal hukum,” tegasnya lagi.

Terkait gugatan judicial review Undang-Undang IKN yang dilayangkan enam mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Unila, Karomani menilai setiap warga berhak mengajukan uji materi, termasuk mahasiswa.

Menurutnya langkah yang diambil enam mahasiswa ini merupakan langkah elegan dibandingkan menyampaikan aspirasi dengan turun ke jalan. Rektor berharap, kejadian itu tidak seperti yang diberitakan namun hanya sebatas kesalahan teknis.

Atas permasalahan tersebut, Karomani meminta dekan fakultas hukum untuk segera menyelesaikan persoalan dengan bijaksana sesuai peraturan akademik Unila. Dan kepada keenam mahasiswa yang mengajukan gugatan judicial review Undang-Undang Ibu Kota Negara ia menekankan agar memperbaiki kesalahan yang ditemukan sehingga persoalan serupa tidak terjadi lagi.

“Jadi, jangan belajar menegakkan peraturan dengan melanggar peraturan,” tegas orang nomor satu di Unila tersebut.

x
Monologis ID