Rabu, 03 Agustus 2022

11:38

Jadi Tersangka Pungli PTSL, Kades Ditahan Kejaksaan

Sample image

Penulis

DIAN SURAHMAN

Jadi Tersangka Pungli PTSL, Kades Ditahan Kejaksaan

Foto: Istimewa

BEKASI – PH, Kepala Desa (Kades) Lambangsari, Tambun Selatan, ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pungutan liar (pungli) program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

“Penahanan dilakukan mulai hari ini sampai 20 hari ke depan setelah yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kepala Seksi Intelejen Kejari Kabupaten Bekasi, Siwi Utomo, Selasa (2/8/2022)

Siwi menjelaskan, PH ditetapkan sebagai tersangka setelah hasil penyidikan dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat yang keberatan atas permintaan uang dari program PTSL.

Dia mengungkapkan, Desa Lambangsari pada 2021 ang mendapatkan program PTSL dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi. Proses selanjutnya warga bisa mendaftarkan tanahnya untuk mengikuti program PTSL dengan mengajukan berkas permohonan ke masing-masing Ketua RT,

"Selanjutnya dokumen tersebut diteruskan ke Ketua RW, Kepala Dusun, Sekretaris Desa, Kasi Pemerintahan, Sekdes dan terakhir diserahkan kepada Kades untuk diserahkan ke BPN," ungkapnya.

Kemudian, untuk penyelenggaraan PTSL ini, Kades Lambang Sari mengadakan rapat bersama Sekdes, Kasi Pemerintahan, Kadus, Ketua RW, dan Ketua RT.

"Kades memutuskan, warga yang mau mengikuti program PTSL ini harus membayar sebesar Rp400 ribu," terang Siwi.

Uang tersebut untuk biaya patok, materai, fotokopi dan lain sebagainya yang dibebankan kepada pemohon.

"Total permohonan yang masuk untuk mengikuti program PTSL di Desa Lambangsari sebanyak 1.180 sertifikat untuk tiga dusun. Dengan total uang hasil pungutan PTSL sebesar Rp466 juta," tandasnya.

x
Monologis ID