Rabu, 30 September 2020

23:31

Demo Hari Tani, Appera Sampaikan Tuntutan ke Pemkab Flores Timur

Sample image

Penulis

REDAKSI

Demo Hari Tani, Appera Sampaikan Tuntutan ke Pemkab Flores Timur

Foto: Istimewa

FLORES TIMUR – Empat organisasi yakni Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND), Aksi Perempuan Indonesia (API) Kartini, Pembaru Flores Timur, dan Gerakan Intelektual Muda Indonesia Timur (GIMIT) yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Rakyat (APPERA) Flores Timur, menggelar aksi dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional (HTN).

Aksi dimulai dari kantor PLN Larantuka dan berakhir di Kantor DPRD Flores Timur.

Koordinator aksi, Noorezky Pelaka Tada menuntut Pemerintah Kabupaten Flores Timur segera mengeluarkan Perda Inisiatif agar dapat melindungi harga komoditi petani, meminta di bangun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), menghentikan perampasan tanah dan menolak pariwisata industri serta mendesak pemkab menghentikan pembangunan stadion.

“Bupati Flores Timur juga harus segera menertibkan managemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Larantuka, segera membuktikan keputusan hukum atas sengketa lahan PU lama serta tidak lagi mengirim putra-putri daerah untuk magang dan pelatihan kerja ke daerah lain dan berharap di bangun Balai Latihan Kerja (BLK) di Flores Timur,” tegasnya.

APERA juga menolak RA palsu dan jalankan reforma agraria sejati serta bangun industrialisasi nasional yang mandiri dan berdaulat serta menolak omnibus law.

Selain kepada Pemkab Flores Timur, terhadap masalah tenaga kerja di PLN Larantuka, APERA menuntut Dinas Ketenagakerjaan Flores Timur untuk menertibkan administrasi perusahan dan segera menyelesaikan kasus PHK secara sepihak oleh PT. Trio Duta Pratama sesuai Perpu yang berlaku.

Saat memulai aksi pada pukul 09.30 Wita di kantor PLN, tidak ada satupun pejabat atau pegawai PNL Larantuka yang menyambut massa aksi. Demikian juga saat berada di Kantor Bupati. Bupati atau pejabat lainnya tak sempat berdialog dengan APERA karena pihak Pemda sedang bertatap muka dengan para orang tua korban Magang.

Puluhan peserta aksi ini kemudian melanjutkan aksi ke Kantor DPRD Flores Timur, namun kembali gagal melakukan audiens bersama lembaga DPRD disebabkan adanya pembahasan terkait APBD perubahan.

Sekwan, Petrus Pemang Liku yang menemui para demostran menyampaikan bahwa lembaga DPRD sedang ada agenda yang di bahas antara Banggar dengan TAPD sehingga audiens bersama APERA Flores Timur dijadwalkan baru akan digelar Kamis (01/10) besok.

x
Monologis ID