Kategori

Regional     Ekonomi     Wisata     Bandar Lampung     Bisnis     Kuliner    

Jumat, 03 Juli 2020, 08:15 WIB

Bisnis Keripik Pisang, Mahasiswa Raup Omset Hingga Ratusan Juta

Master Admin Penulis
Master Admin
Bisnis Keripik Pisang, Mahasiswa Raup Omset Hingga Ratusan Juta

Silviana/monologis.id

BANDARLAMPUNG - Menjadi mahasiswa bidikmisi yang dibebani dengan berbagai tugas kuliah, serta tuntutan untuk lulus tepat waktu tak membuat Ali Hafif bersama kedua rekannya Eka Irawati dan Karvien tak hanya menghabiskan waktu di ruang kelas atau kos-kosan. Ketiga mahasiswa unila ini, bersinergi membangun bisnis makanan yang kini sudah meraih omset hingga Rp300 Juta.

Kepada monologis.id Ali Hafif mengaku, sejak menjadi mahasiswa baru, ia memang sudah hobi mengikuti berbagai perlombaan tentang kewirausahaan. Hasil kemenangan dari lomba-lomba tersebut ia kumpulkan untuk membuat bisnis bersama timnya yaitu Melte Vanana yang saat ini sudah membuka toko di gang PU Bandarlampung.

“Sebenarnya dulu modal awal kita dari proposal pengajuan hibah ada 6 kali lolos.  Terus ada lomba program mahasiswa wirausaha saya bikin 4 proposal lolos semua. Per proposal dapet Rp4,5 juta sampai Rp5 juta. Awal ngajuin 2016 itu gagal terus. 2017 alhamdulilah dapet karena belajar dari proposal yang gagal itu. Bahkan saya pernah ngerjain proposal h-1 lolos semua,” ujar Hafif, Kamis (02/07).

Lalu, untuk memulai bisnis Melte Vanana  ini ia mengaku mendapatkan dana senilai Rp16 Juta dari Kementrian Riset dan Teknologi (Kemenristekdikti). “Karena yang awal-awal kan bukan vanana tapi ya usaha kripik juga. Tahun 2018 baru kita buat satu nama brand Melte Vanana ini. Waktu itu baru awal-awal kita punya satu karyawan kami gaji Rp1 juta. Tapi untuk owner gajinya baru Rp200 ribu,” jelasnya.

Saat ini Melte Vanana sudah memiliki 10 karyawan bagian marketing, sedangkan untuk bagian produksi, usaha ini memiliki desa binaan yang terdiri dari 7 sampai 8 ibu-ibu untuk menggoreng keripik pisang. “Kami ada desa binaan di Karanganyar dan Kalianda Lampung Selatan, jadi sudah kami ajari bagaimana menggoreng pisang yang sesuai dengan brand kami yaitu tebal tapi renyah,” kata Hafif.

Jatuh bangun selama berwirausaha tentu dialami oleh Hafif dan rekannya selama menjalani bisnis yang sudah menghasilkan 7 varisan rasa ini. Namun, tahun 2019 menjadi tahun yang menguntungkan karena berhasil memproduksi 20-30 ribu pcs perbulan. Tapi kebuntungan juga sempat menimpa mereka, Hafif mengaku pernah juga di tipu sebesar Rp13 juta saat mencoba bisnis investasi.

“Kena tipu udah pernah. Kami juga sempat sewa kios tapi malah nggak produktif. Bayar kiosnya mahal tapi pemasukan cuma sedikit,” ujarnya.

Di tengah pandemi saat ini ia juga merasakan dampaknya. Beberapa pcs Melte Vanana harus dibuang karena mengalami kerusakan. Kerugiannya mencapai Rp20 juta. Hal tersebut membuatnya harus merumahkan karyawannya dan hanya meninggalkan satu karyawan di toko.

“Ekspetasinya pas menjelang lebaran pasti rame kan, panen lah ibarantnya tapi malah korona dateng. Biasanya per hari bisa dapet Rp1-2 juta tp pas korona cuma Rp50-100 ribu. Kami sebenarnya belum ada basic untuk offline karena kami lebih ke online. Tapi Januari kemarin kami kira bakal rame-ramenya malah sepi banget,” terangnya.

Namun sejak adanya program New Normal dari pemerintah omsetnya sudah mulai membaik bahkan sudah menambah karyawan baru.

Menurutnya untuk memulai sebuah bisnis, yang dibutuhkan adalah action, action dan action. “Intinya kita mau memulai dulu, jangan kebanyakan mikir nanti rugi nggak ya. Mulai dari hal kecil dulu, ibaratnya satu langkah ke depan  itu lebih baik daripada tidak melangkah sama sekali,” ujar Hafif.

Ia juga menyarankan strategi untuk mempertahankan bisnis itu  harus memiliki mentor yang selalu memberi motivasi kepada kita untuk terus mengembangkan bisnisnya. “Kita ikuti komunitas-komunitas bisnis, ikuti seminar yang berkaitan dengan enterpreneur sehingga disitu akan selalu membuat semangat atau motivasi kita selalu ada. Kalau nggak ada mentor kita nggak bisa evaluasi kekurangan dari bisnis kita apa, kesalahan kita apa,” jelasnya.

Menurutnya dalam bisnis tentu akan ada jatuh bangunnya sehinga para pemula harus bisa bertahan dari segala macam rintangan agar kemampuan dalam berbisnisnya semakin bertambah karena banyak belajar dari pengalaman dan jangan pernah takut dengan kegagalan.

 

 

Berita Lainnya

Inkai Banten Usulkan 4 Tokoh Dianugerahi Majelis Sabuk Hitam
Senin, 27 Juni 2022, 21:40 WIB

Ponpes Darul Fattah Juara Liga Santri Piala Kasad

LAMPUNG TIMUR - Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Fattah Waybungur menjuarai Liga Santri Piala Kasad yang digelar Kodim 0429 Lampung

Senin, 27 Juni 2022, 21:05 WIB

Eva Dwiana Minta PGMNI Majukan Pendidikan Bandarlampung

BANDARLAMPUNG – Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana, meminta Pengurus Daerah Perkumpulan Guru Madrasah Nasional Indonesia

Senin, 27 Juni 2022, 20:57 WIB

Kurangi Beban Peternak, DPRD Lampung Minta Pemprov Ganti Rugi Hewan Terpapar PMK

BANDARLAMPUNG – Untuk mengurangi beban peternak, Pemerintah Provinsi Lampung diminta memberi ganti rugi bagi hewan yang

Senin, 27 Juni 2022, 20:25 WIB

Kadis Kesehatan Tulangbawang Barat Disinyalir Belenggu Kemerdekaan Pers

TULANGBAWANG BARAT – Kemerdekaan Pers di Tulangbawang Barat kembali dibelenggu. Dengan dalih Undang-undang Keterbukaan Informasi